• SMK FARMASI TELADAN
  • Website resmi SMK Farmasi Teladan "Ilmu Teruji Akhlak Terpuji"

Tes Buta Warna sebagai syarat masuk SMK Farmasi Teladan

Buta warna merupakan penyakit keturunan, jika minimal seorang anggota keluarga, baik dari garis keturunan ayah maupun garis keturunan ibu ada yang menderita buta warna, maka tidak ada salahnya bila kita sedikit lebih memberikan perhatian pada kondisi kesehatan mata anak dan keturunan kita.

Buta warna atau colour blind adalah kelainan pada retina mata seseorang. Yaitu kondisi dimana sel kerucut retina tidak peka terhadap cahaya yang berwarna. Penderita buta warna dibedakan menjadi 2, yaitu buta warna partial, dimana penderita tidak dapat mengenal warna tertentu. Macam buta warna yang satu lagi adalah buta warna total, dimana penderita tidak dapat membedakan semua jenis warna sehingga dunia hanya tampak hitam dan putih saja.

Buta warna sendiri merupakan penyakit turunan yang diwariskan oleh  gonosom (kromosom seks). Test buta warna penting bagi orang yang kelak akan diberi pekerjaan yang erat hubungannya dengan benda-benda berwarna. Berikut ini adalah cara test buta warna :

Secara sederhana, test buta warna juga bisa dilakukan di rumah. Yaitu dengan cara mencampuradukkan benang woll warna warni kemudian kita minta anak untuk mengambil benang dengan warna tertentu. Bila anak terlihat bingung, maka kita patut curiga bahwa ada kemungkinan anak tersebut menderita buta warna. Segera konsultasikan pada dokter mata.
Test buta warna sederhana yang lain adalah dengan cara menyuruh anak menyusun puzzle yang memiliki gradasi warna. Apabila ternyata anak tidak bisa menyusun puzzle dengan sempurna sesuai dengan gradasi warna, maka kita patut curiga dan segera berkonsultasi dengan dokter mata. Salah satu test buta warna yang paling banyak digunakan Dokter mata untuk mengetahui seseorang emnderita buta warna atau tidak adalah dengan menggunakan test ishihara atau biasa juga disebut Ishihara test atau disingkat test hara.

Ishihara test untuk test buta warna dilakukan dengan menggunakan gambar Ishihara. Test ini terdiri dari titik-titik berwarna yang tersusun sehingga individu dengan penglihatan warna yang normal dapat membaca sebuah angka yang “tersembunyi” dalam pola titik-titik tersebut. Sebaliknya, individu dengan penglihatan warna yang tidak normal otomatis tidak bisa melihat angka yang tersembunyi dalam pola titik-titik tersebut.

Untuk melakukan test Ishihara, diperlukan  plates Ishihara yang terdiri dari 24 plates dimana plates 1 – 17 akan berisi angka dan plates 18 – 24 akan berisi satu atau dua baris yang berkelok. Seseorang dianggap tidak buta warna bila berhasil melihat angka yang ada di dalam plates serta berhasil menelusuri garis – garis yang berkelok tersebut.

Berikut ini adalah cara melakukan Ishihara test untuk test buta warna:

  1. Duduk sekitar 75 cm dari layar monitor / plates dengan masing-masing lingkaran disesuaikan dengan tinggi mata.
  2. Gunakan cahaya yang ringan, jangan terlalu terang atau jangan terlalu redup. Lampu yang terlalu silau dapat merubah warna gambar
  3. Mulai mencoba mengidentifikasi nomor yang tersembunyi ataupun baris dalam waktu 5 detik

Lakukan terus sampai semua plates terbaca untuk membantu mengukur tingkat keparahan buta warna kita

 

10 Komentar

Bagus

2,6,8,8,25,29,45,56,5

5,6,8,8,25,29,45,56,5

2,6,8,8,25,29,45,56,5

3,6,8,8,25,29,45,56,5

2,6,8,8,25,29,45,56,5

pengen coba

5,6,8,8,25,29,45,56,5

3,6,8,8,25,29,45,56,5

2,6,8,8,25,29,45,56,5

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2020/2021

Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2020/2021 

13/06/2020 23:26 - Oleh Admin - Dilihat 452 kali